DetailNews.id, Tarakan – Upaya meningkatkan partisipasi pendidikan anak usia dini terus diperkuat di Kota Tarakan. Bunda PAUD Kecamatan Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun dan PAUD Holistik Integratif (HI) sebagai fondasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Ajakan itu disampaikan Sisca Maya saat membuka kegiatan Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Advokasi PAUD Holistik Integratif di Aula Kantor Kecamatan Tarakan Utara, Rabu (24/6/2026).
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Advokasi PAUD Holistik Integratif pada hari ini saya nyatakan resmi dibuka,” ujar Sisca Maya saat membuka acara.
Dalam sambutannya, Sisca Maya yang mengenakan selempang Bunda PAUD Kecamatan Tarakan Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
“Kita berkomitmen bersama-sama membangun pelayanan pendidikan anak usia dini agar semakin baik. Keberhasilan Indonesia ke depan ditentukan oleh bagaimana tumbuh kembang anak dimulai sejak usia dini,” katanya.
Ia menegaskan, program Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya bertujuan memastikan seluruh anak mengenyam pendidikan, tetapi juga menjamin mereka memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, konsep PAUD Holistik Integratif harus dijalankan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan anak, hingga kesejahteraan anak.
“Jadi bukan sekadar memastikan anak bersekolah, tetapi bagaimana sekolah mampu memenuhi seluruh kebutuhan anak melalui layanan yang terintegrasi,” jelasnya.
Sisca Maya juga mengajak seluruh orang tua, pendidik, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan mendukung program Bunda PAUD.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus saling mendukung, saling mengingatkan, bukan saling menyalahkan. Saya mengajak seluruh ayah dan bunda untuk bersama-sama menyosialisasikan program Wajib Belajar 13 Tahun dan PAUD Holistik Integratif,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Enda Sarastiningsih yang memberikan materi mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini serta implementasi layanan PAUD Holistik Integratif.
Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan, Indra Zara Seningsri, mengapresiasi semangat Bunda PAUD Kecamatan Tarakan Utara dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Ia berharap angka partisipasi sekolah anak usia dini di Tarakan Utara terus meningkat seiring pelaksanaan program tersebut.
“Kami berharap angka partisipasi sekolah anak usia dini di Tarakan Utara semakin meningkat. Dengan semangat Bunda PAUD Tarakan Utara, kami optimistis implementasi PAUD Holistik Integratif dapat terlaksana hingga 100 persen,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kecamatan Tarakan Utara berharap seluruh elemen masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pendidikan sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Peliput: Raden




