Jumat, Juni 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBoltaraDiduga Tak Layak Konsumsi, Menu MBG di SDN 13 Kaidipang Tuai Sorotan

Diduga Tak Layak Konsumsi, Menu MBG di SDN 13 Kaidipang Tuai Sorotan

DetailNews.id, Boltara – Dugaan penyajian makanan tidak layak dalam Program Makan Bergizi (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara). SD Negeri 13 Kaidipang melaporkan sejumlah temuan serius terkait kualitas makanan yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Boroko, mulai dari ayam yang diduga basi, buah-buahan busuk dan berjamur, hingga adanya benda asing di dalam makanan.

Kepala SDN 13 Kaidipang, Wiko Harundja, mengungkapkan kekhawatiran pihak sekolah terhadap kondisi makanan yang diterima peserta didik. Menurutnya, sekolah mendukung penuh program MBG, namun kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama.

“Kami menuntut kualitas makanan yang baik. Apa yang disalurkan oleh SPPG Boroko Kecamatan Kaidipang saat ini jauh dari kata layak. Kekhawatiran pihak sekolah didasari oleh sejumlah insiden yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa,” ujar Wiko, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, pada Senin (8/6/2026), menu daging ayam yang didistribusikan kepada siswa diduga sudah tidak layak konsumsi. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala seperti sakit perut, diare, hingga muntah-muntah.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga menemukan sejumlah bahan makanan dan buah-buahan yang kondisinya dinilai tidak memenuhi standar. Beberapa di antaranya berupa pepaya berjamur, semangka yang sudah lembek, serta pisang yang membusuk.

“Selain kualitas bahan makanan yang buruk, kami juga menemukan benda asing di dalam makanan, seperti potongan rambut hingga serpihan besi. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Wiko menegaskan bahwa temuan tersebut bukan kali pertama terjadi. Karena itu, para guru SDN 13 Kaidipang mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG Boroko sebagai penyedia makanan dalam program MBG.

“Kami berharap pengelola program dapat bertanggung jawab dan memastikan standar keamanan pangan benar-benar terjaga, agar tidak ada lagi murid yang menjadi korban,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Boroko Kecamatan Kaidipang, Kurvi Runtuwene, membenarkan adanya persoalan pada sebagian menu ayam yang didistribusikan pada Senin lalu. Menurutnya, pihak SPPG segera melakukan pengecekan langsung ke sekolah setelah menerima laporan.

“Memang ada beberapa porsi ayam yang sudah berubah rasa. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah agar menu tersebut tidak lagi didistribusikan kepada siswa,” jelas Runtuwene saat dikonfirmasi melalui telepon.

Ia menambahkan, berdasarkan arahan pimpinan, pendistribusian MBG oleh SPPG Boroko untuk sementara waktu dihentikan hingga dilakukan evaluasi lebih lanjut. Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh makanan yang terindikasi bermasalah telah ditarik kembali.

“Langkah ini kami ambil untuk menghindari terjadinya kejadian luar biasa dan memastikan keselamatan para siswa,” pungkasnya.

Peliput : Kifli

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments