DetailNews.id, Jakarta – Pasca-Muktamar NU di Jombang, Jawa Timur, sejumlah tokoh nasional hingga kepala daerah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.
Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka memberikan apresiasi terhadap dua figur NU, yakni KH Nusron Wahid dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Menurut Zainal, keduanya merupakan dua kader muda terbaik NU di era saat ini. Ia menilai Nusron Wahid dan Gus Ipul memiliki peran penting dalam dinamika organisasi, termasuk dalam proses menuju suksesnya pelaksanaan Muktamar NU di Jombang.
“Nusron Wahid adalah figur muda yang progresif, santri sekaligus aktivis yang memiliki daya tarik tersendiri. Terlepas dari pro dan kontra terhadap sikap maupun gaya komunikasi politiknya, kita harus mengakui bahwa Kiai Nusron merupakan tipikal politisi flamboyan yang tidak pernah surut dan tetap membawa tradisi kesantriannya,” ujar Zainal.
Ia mengatakan, selama pelaksanaan Muktamar NU, dua nama yang paling sering muncul dalam ruang percakapan publik adalah Kiai Nusron dan Gus Ipul.
Sementara itu, Saifullah Yusuf dinilai sebagai sosok politikus paripurna yang telah melewati perjalanan panjang dalam karier politiknya. Dalam dinamika Muktamar NU, Gus Ipul bahkan dinilai memainkan peran penting dalam mengawal berbagai proses organisasi.
“Gus Ipul sendiri adalah seorang politikus paripurna yang sudah melewati perjalanan panjang sepanjang karier politiknya. Hari-hari terakhir ini, Gus Ipul bahkan menjelma tak ubahnya seperti sutradara dalam percaturan dinamika perjalanan NU. Saya salut dan angkat topi untuk keduanya. Dua-duanya hebat,” katanya.
Zainal menilai kedua tokoh tersebut layak dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari jajaran pimpinan PBNU. Menurutnya, kehadiran kader dengan karakter dan pengalaman seperti Nusron Wahid dan Gus Ipul dibutuhkan agar NU semakin progresif dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Ya, saya yakin NU kali ini akan lebih baik lagi sebagai organisasi Islam terbesar di dunia sekaligus sebagai alat kontrol yang penting terhadap kinerja pemerintah dan lokomotif utama dalam menjaga peradaban bangsa kita,” ujarnya.
Bupati Bulungan Apresiasi Muktamar
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., Ia mengaku merasa bahagia dan lega karena pelaksanaan Muktamar NU di Jombang berjalan lancar.
Syarwani juga menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya kepemimpinan baru NU, baik Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU. Ia tak henti memberikan apresiasi kepada panitia yang dinilai berhasil menjalankan seluruh rangkaian muktamar dengan baik.
Di tengah apresiasinya terhadap pelaksanaan muktamar, Syarwani juga memberikan perhatian terhadap dua sosok yang dinilai memiliki peran penting dalam dinamika NU, yakni Kiai Nusron Wahid dan Gus Ipul.
Alkindi: Kiai Nusron adalah Guru Saya
Sementara itu, pengasuh Yayasan Alhikam Indonesia sekaligus tokoh muda NU, Alkindi Bilfaqih, memiliki pandangan tersendiri mengenai sosok Nusron Wahid. Ia bahkan menyebut Kiai Nusron sebagai salah satu gurunya.
“Kiai Nusron adalah guru saya,” ujar Alkindi.
Menurut Alkindi, almarhum guru besar mereka sebelumnya juga pernah menggambarkan sosok Nusron Wahid sebagai figur yang memiliki karakter berbeda, tetapi mempunyai niat kuat untuk menjaga NU dengan caranya sendiri.
“Almarhum guru besar kami pernah menggambarkan kepada kami bahwa sosok Nusron memang selalu berbeda, tetapi memiliki niat yang kuat untuk menjaga NU dengan caranya sendiri,” katanya.
Pandangan tersebut menggambarkan bahwa di tengah dinamika dan perbedaan gaya dalam tubuh NU, Nusron Wahid dipandang sebagai figur yang memiliki keberanian, karakter kuat, serta komitmen terhadap keberlangsungan organisasi.
Peliput: Raden




