Rabu, April 24, 2024
BerandaMaluku UtaraMenjelang Pemilihan Gubernur Malut 2024-2028, Edy Langkara Lawatan ke Halut

Menjelang Pemilihan Gubernur Malut 2024-2028, Edy Langkara Lawatan ke Halut

DetailNews.id, Halut – Bupati Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Edy Langkara atau biasa disapa (Elang Halmahera) berkununjung ke destinasi wisata di Pulau Kahino Desa Popilo Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara pada Senin 21 Februari 2022 mendapat sambutan hangat dari warga Halmahera Utara.

Dalam kesempatan itu Edy Langkara, yang juga masih aktif sebagai Bupati Halmahera Tengah itu menyempatkan diri untuk menikmati panorama alam yang indah di Pulau Kahino.

Bupati Halteng itu mengaku walapun proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara baru akan dilaksanakan pada tahun 2024 nanti, Namum ia optimistis bisa lolos sebagai calon Gubernur Malut dan bahkan optimis bisa memenangkan kompetisi pemilihan Gubernur Malut nanti. “Insa Allah saya terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara pada tahun 2024 nanti,” kata Edy Langkara dengan nada optimis.

“Salah satu misi saya berada di Halut saat ini adalah, saya bersilaturahim dengan masyarakat Halut karena saya yakin bakal menjadi Gubernur Maluku Utara pada saat pemilihan Gubernur tahun 2024 nanti,” jelas Elang Halmahera, sapaan akrab Bupati Halteng itu saat ditemui awak media di Hotel Marahai Park Tobelo.

Perjalanan politik lanjut Bupati Halteng yang juga Politisi Partai Golkar itu, bahwa salah satu misi terbesar dirinya saat ini adalah mengenalkan dirinya menjadi Gubernur Malut tahun 2024 kepada masyarakat Maluku Utara.

Salah satu alasan Bupati Halteng ingin merebut tampuk kekuasaan sebagai orang nomor satu di jajaran Pemerintahan Provinsi Maluku Utara adalah karena ingin melakukan perubahan dan menjadikan Provinsi Maluku Utara lebih maju dari sebelumnya.

Untuk itu tema politik yang diusung oleh Edy Langkara adalah mengedepankan Politik Gagasan dan bukan politik identitas.

“Politik gagasan itu sendiri implikasinya ditinjau dari aspek sosiologis yang masyarakatnya perlu dibangun secara egaliter, artinya kita bangun Maluku Utara ini secara proporsional,” jelas Elang Halmahera.

Menurut Edy, yang ia tinjau dari pendekatan sosio kurtul masyarakat dari seluruh komunitas dan kelompok-kelompok strategis di Malut saat ini lagi gelisah, untuk itu pemimpin itu harus turun dan berdialog dengan masyarakat,” ungkap Edy.

“Kita lihat saja pemimpin saat ini yang selalu berbicara masa depan, tetapi tidak ada ruang dialog bagi kelompok-kelompok strategis yang ada saat ini,” katanya lagi.

Edi lantas membandingkan dengan kepala daerah yang ada di Indonesia Barat seperti rekanannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, juga Gubernur Jawa Timur Kofifah Indarparawangsah, mereka-mereka itu rata-rata kelompok muda yang punya gagasan.

“Kita inginkan berada pada lingkungan yang seperti itu, yang ingin selalu berada disitu, ingin membangun masa depan. Jadi kegelisaan itu yang menjadi bacaan saya, selama ini,” kembali Edi mempertegas.

Edy menilai soal kegelisaan selama ini, karena letak geografis kita yang begitu luas dari pusat pemerintahan di Sofifi tidak terlalu ter akses kepada seluruh kelompok strategis, untuk membangun wacana diskusi bagaimana idealnya sofifi membangun maluku utara.

Maluku Utara lanjut Edy butuh seorang Leader (Pemimpin) yang lebih punya waktu dan relatif masih bisa duduk bersama dengan kelompok-kelompok strategis untuk mendiskusikan masa depan Maluku Utara.

“Pembangunan itu relatif saja, tetapi secara absolut idiologis kelompok dan komunitas adalah kelompok strategis inilah selalu berbicara masa depan.

Nah, soal masa depan kan butuh di diskusikan dalam suatu kolaborasi seluruh komonitas, masa depan itu perlunya melahirkan lapangan kerja salah satunya. Yang kedua menyangkut pengelolaan sumber daya manusia secara potensial yang belum terproduksi di perguruan tinggi juga misalnya,” jelas Edi.

Maluku Utara lanjut Edi, saat ini mengalami kebingungan dengan keterbatasan lapangan kerja, kan tidak mungkin semuanya jadi ASN. Dunia usaha yang menjadi agenda pemerintah pun terbatas, jadi salah satu kegilasaan itu soal keterbatasan lapangan pekerjaan yang menjadi penting untuk di dorong,” ungkap Edy.

Disentil soal siapa Wakil Gubernur yang bakal mendampingi dirinya, Edy, mengaku ada dua daerah kabupaten yang salah satunya bakal ia pinang untuk mendampingi dirinya sebagai calon Wakil Gubernur Maluku Utara, kata Elang Halmahera mengahiri dengan belum bersedia menyebutkan identitas orang yang bakal menjadi calon wakil gubernur mendampingi dirinya. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments