BerandaNewsMerasa Tersinggung, Insan Pers Sampang Sampaikan Aspirasi ke DPRD

Merasa Tersinggung, Insan Pers Sampang Sampaikan Aspirasi ke DPRD

DetailNews.id, Sampang – Merasa profesinya disinggung, ratusan insan pers dari berbagai organisasi wartawan di Kabupaten Sampang menggelar aksi damai di depan DPRD Sampang, Jumat (31/7/2026). Mereka meminta Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penjelasan atas penggunaan istilah “Londo Ireng” yang dinilai menimbulkan keresahan di kalangan jurnalis.

Dalam aksi tersebut, para jurnalis menilai penggunaan istilah “Londo Ireng” yang dikaitkan dengan wartawan dan LSM telah menimbulkan keresahan serta dianggap mencederai martabat profesi jurnalis yang menjalankan fungsi kontrol sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sekretaris Jenderal Persatuan Jurnalis Sampang (PJS), Imron Muslim, menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan hak yang dijamin undang-undang sehingga harus dihormati oleh seluruh pihak, termasuk penyelenggara negara.

“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers di Indonesia atas pernyataan yang dinilai melukai martabat profesi jurnalis,” ujar Imron dalam orasinya.

Menurutnya, pernyataan tersebut berpotensi memengaruhi iklim demokrasi apabila dipersepsikan sebagai bentuk delegitimasi terhadap fungsi pers.

“Dengan menyebut pers sebagai ‘Londo Ireng’, hal itu dapat dimaknai sebagai sikap yang tidak sejalan dengan semangat kebebasan pers. Kondisi seperti ini tentu tidak baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia,” tegasnya.

Aksi damai tersebut mendapat respons dari DPRD Kabupaten Sampang. Ketua DPRD bersama sejumlah anggota dewan, di antaranya dari Fraksi Gerindra dan Fraksi NasDem, menemui para peserta aksi untuk menerima dan mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan.

Anggota DPRD Kabupaten Sampang dari Fraksi Gerindra, Alan Kaisan, menyampaikan bahwa berdasarkan pemahaman yang diterimanya, Presiden Prabowo tidak bermaksud menyebut seluruh wartawan Indonesia sebagai “Londo Ireng”.

“Saya mengerti perasaan teman-teman media. Namun perlu saya luruskan bahwa Bapak Presiden Prabowo tidak menyebut seluruh wartawan Indonesia sebagai ‘Londo Ireng’. Menurut penjelasan yang kami pahami, istilah tersebut ditujukan kepada oknum-oknum yang berupaya merusak tatanan bangsa dan mengkhianati negara dengan mengatasnamakan profesi wartawan,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan bersama, para jurnalis menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki tugas menyampaikan informasi secara faktual, berimbang, dan aktual kepada masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan secara terbuka mengenai maksud pernyataan tersebut. Selain itu, mereka juga meminta Presiden menyampaikan permohonan maaf apabila ucapannya telah menimbulkan kesalahpahaman dan melukai perasaan insan pers di seluruh Indonesia.

Para jurnalis menegaskan bahwa kritik dan penyampaian aspirasi tersebut tidak mengurangi dukungan mereka terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat. Mereka berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers tetap terjalin secara harmonis dengan saling menghormati peran masing-masing dalam kehidupan demokrasi.

Usai menyampaikan tuntutan, para peserta aksi membubuhkan tanda tangan pada dokumen pernyataan sikap bersama. Pernyataan tersebut disepakati oleh sejumlah organisasi profesi wartawan, di antaranya PJS, PWI, AJS, PWS, AWAS, PWRI, KJJT, POS, serta berbagai komunitas media lainnya.

Dokumen pernyataan sikap itu selanjutnya diserahkan kepada DPRD Kabupaten Sampang untuk diteruskan kepada DPR RI sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara konstitusional.

Aksi damai berakhir dengan tertib dan kondusif. Seluruh peserta membubarkan diri setelah penandatanganan pernyataan sikap bersama.

Peliput:  Usman

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments