Sebanyak 262 pangkalan aktif yang tersebar di wilayah Kota Kotamobagu saat ini melayani kebutuhan masyarakat tanpa tekanan pasokan. Harga Eceran Tertinggi (HET) juga terpantau stabil dan normal.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena tak ada lagi antrean untuk mendapatkan gas elpiji karena stoknya banyak,” kata Nindi, warga PCI Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (20/4/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, pasokan elpiji 3 kilogram mencapai sekitar 8 ribu tabung per hari yang masuk ke wilayah Kotamobagu. Distribusi dilakukan melalui Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dengan pengawasan terkoordinasi.
Pihak Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menyatakan bahwa kondisi elpiji bersubsidi saat ini berada dalam status aman dan terkendali. Stabilnya pasokan ini disebut merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan Pertamina.
Camat Kotamobagu Selatan, Gunawan Kabonte, juga membenarkan bahwa ketersediaan elpiji di wilayahnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Ketersediaan gas elpiji masih signifikan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Biasanya ada antrean, tapi sampai hari ini tidak ada,” ujarnya.
Pemerintah daerah menilai stabilitas pasokan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kebutuhan dasar masyarakat serta memastikan distribusi energi subsidi tepat sasaran.