DetailNews.id, Sulut – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Hamri Mokoagow, S.Pd., S.H., M.H., sukses menggelar rangkaian kegiatan strategis yang meliputi pelantikan pengurus, Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil), peluncuran Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), serta Ansor University sebagai bagian dari upaya konsolidasi organisasi dan penguatan ekonomi kader.
Pelantikan PW GP Ansor Sulawesi Utara berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026, di Graha Gubernur Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, S.Ag., M.Si., M.M., yang juga menjabat Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI). Turut hadir Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Muhamad Rifki Al Mubaroq, Ketua PP GP Ansor Bidang SDM Dwi Winarno, serta Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Donal Qumadiyansyah Tungkagi, S.Pd.I., M.A., yang saat ini sedang menempuh program doktor.
Selain seremoni pelantikan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Wilayah di Asrama Haji Manado yang membahas arah kebijakan serta program kerja organisasi untuk masa bakti 2026–2029.
Sebagai bentuk penguatan ekonomi organisasi, PW GP Ansor Sulawesi Utara juga meluncurkan Ansor Mart sebagai basis usaha kader serta Koperasi Ansor Juara Lolayan yang menjadi penggerak ekonomi PC GP Ansor Bolaang Mongondow. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan peninjauan Lembaga Pendidikan Ma’arif di bawah PAC GP Ansor Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara, Hamri Mokoagow, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, para kepala daerah se-Sulawesi Utara dan Bolaang Mongondow Raya (BMR), para pemangku kepentingan, instansi, perusahaan, serta seluruh kader yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh agenda dapat terlaksana dengan baik.
“Saya pikir ini adalah awal dari konsolidasi organisasi sekaligus penguatan ekonomi kader. Ke depan organisasi harus semakin kuat secara ekonomi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Hamri.
Menurutnya, GP Ansor Sulawesi Utara telah melalui perjalanan panjang yang dibangun oleh para pemimpin sebelumnya. Ia menyebut Amin Lasena telah meletakkan fondasi ideologi organisasi, kemudian pada masa Benny Rhamdani organisasi semakin kuat di tingkat elite maupun akar rumput. Selanjutnya, pada kepemimpinan Yusra Alhabsyi selama dua periode, Ansor berkembang menjadi kekuatan besar dengan melahirkan ribuan kader melalui sistem kaderisasi yang kuat.
Hamri menilai keberhasilan tersebut juga melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari pendamping desa, komisioner KPU dan Bawaslu, pejabat di Kementerian Agama, anggota DPRD di berbagai daerah di Sulawesi Utara, hingga dua kepala daerah.
Memasuki periode kepemimpinannya, Hamri menegaskan fokus utama GP Ansor Sulawesi Utara adalah memperkuat kemandirian ekonomi organisasi melalui pengembangan BUMA Ansor di berbagai sektor usaha. Selain itu, pihaknya akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Ansor University dan pengembangan lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama.
“Kami berharap ke depan semakin banyak kader yang menjadi pengusaha di berbagai tingkatan. Dengan begitu, Ansor tidak hanya kuat sebagai organisasi kader, tetapi juga mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat melalui BUMA Ansor. Di bidang SDM, kami juga akan mendorong kader melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta memperkuat lembaga pendidikan NU,” katanya.
Ia menambahkan, suksesnya seluruh rangkaian kegiatan merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus dan kader yang bergotong royong menyukseskan agenda organisasi.
“Keberhasilan ini terjadi karena semua pengurus dan kader bahu-membahu serta bergandengan tangan. Tradisi kebersamaan ini harus terus dipertahankan. Saya percaya, dengan semangat tersebut, kita semua pasti bisa membawa Ansor Sulawesi Utara menjadi organisasi yang semakin maju dan mandiri,” tutup Hamri.
Peliput : Owen






